oleh

Cabup Banyuwangi Ajak Milenial Bisa Mewarnai Dunia Politik Daerah

-Berita Terkini-9 kali dibaca

BANYUWANGI – Calon Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengajak generasi milenial Banyuwangi berpartisipasi dalam dunia politik. Ipuk menyebut, milenial punya peran penting dalam pembangunan daerah.

“Generasi milenial jangan apatis pada dunia politik. Kawan-kawan milenial harus mengambil peran,” kata Ipuk, Minggu.

Ajakan itu sendiri secara terbuka dia sampaikan saat menjadi narasumber talkshow “Peran Generasi Milenial di Dunia Politik”, yang digagas anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Sonny T. Danaparamita, Sabtu (28/11/2020) malam.

Ipuk menambahkan, keterlibatan milenial sangat diharapkan bisa mewarnai dunia politik daerah. “Milenial dengan pola pikir kreativitas kekinian sangat diharapkan bisa turut mewarnai dunia politik untuk pembangunan daerah,” ujar dia.

Dia menyadari, sebagian kaum milenial apatis terhadap politik karena mungkin kurang dilibatkan dalam penyusunan kebijakan. Karena itu, Cabup Banyuwangi yang berpasangan dengan Cawabup H Sugirah di Pilkada Banyuwangi 2020 ini Ipuk telah menyiapkan skema Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) khusus untuk anak muda.

“Jadi nanti anak-anak muda dibikinkan forum khusus, semuanya berembug. Mau usul apa, menyampaikan aspirasinya, kemudian digodok oleh pemerintah daerah untuk diwujudkan dalam kebijakan serta dukungan penganggaran,” jelas Ipuk.

Dia pun membeberkan program untuk kalangan milenial. Seperti pengembangan bakat, ekonomi kreatif, hobi, dan lainnya.

“Untuk milenial, ada program beasiswa, pengembangan ekonomi kreatif, penciptaan pengusaha baru, dan fasilitasi berbagai kegiatan sains serta olahraga,” bebernya.

Sementara itu, saat talkshow, seorang mahasiswa Poliwangi Banyuwangi, Ajimas Isnudin mengatakan, kegiatan ini mengedukasi milenial untuk belajar dan berperan dalam politik. “Dengan kegiatan ini mengedukasi kami agar politik tidak digunakan secara semena-semena,” sebut Aji.

Setelah bertemu langsung dengan Ipuk membuatnya paham politik harus digunakan dengan bijak untuk menyelesaikan masalah yang ada di Banyuwangi.

“Setelah bertemu Bu Ipuk ternyata mampu melihat problematika Banyuwangi dengan bijak melalui program-programnya,” kata Aji.

Senada, mahasiswi Untag Banyuwangi, Wela mengatakan milenial yang identik dengan pemikiran kritis bisa turut berpatsipasi dalam Pilkada Banyuwangi. Dia mengajak kalangan milenial untuk memberikan hak suaranya dalam pilkada yang berlangsung 9 Desember depan. (goek)

rekening gotong royong