Bupati Taufiq Berharap Etawa Jadi Andalan Nganjuk

pdip jatim - Taufiqurrahman NganjukNGANJUK – Bupati Taufiqurrahman bersama jajaran Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) mengunjungi sejumlah perternak di wilayahnya. Besarnya potensi Kabupaten Nganjuk di bidang peternakan, diharapkan menjadi komoditas lainnya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Taufiqurrahman melakukan kunjungan pertamanya di kelompok ternak kambing etawa Bina Usaha Mandiri di Desa Sumberurip Kecamatan Berbek Kabupaten Nganjuk, kemarin.  Dalam kesempatan ini, Bupati Taufiq menuju ke halaman belakang rumah Wiji, ketua kelompok ternak di wilayah tersebut.

Kepada para peternak, Taufiq memiliki gagasan untuk memperbesar usahanya. Karena diharapkan kambing etawa akan menjadi andalah daerah, meskipun saat ini kambing di wilayah itu selalu menduduki peringkat terbaik nasional dalam kontes kambing.

Bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Nganjuk ini berharap agar para peternak juga meningkatkan kualitas ternaknya sehingga susu hasil perahan maupun daging kambing nantinya bisa untuk mendongkrak perekonomian.

“Predikat terbaik kampung kambing etawa harus terus dipertahankan. Dengan menjaga kualitas perawatan kambing, saya yakin kampung ini bisa,” ujar bupati dua periode ini dalam sambutannya di depan puluhan kelompok peternak kambing etawa.

Sementara, Wiji menilai, kelompok kambing etawa bisa terus bertahan asalkan ada bantuan serta perhatian serius dari pemerintah daerah. Pasalnya, perawatan kambing etawa yang menghabiskan uang hingga puluhan juta, mustahil ditanggung sendiri oleh peternak.

“Kami sangat berharap pemerintah memberikan perhatian serius kepada kami peternak kambing etawa, agar harapan bupati untuk terus menjaga kualitas kambing etawa bisa terpenuhi,” ujarnya

Pasca melakukan kunjungan di Desa Sumberurip Kecamatan Berbek, bupati bersama rombongan melakukan kunjungan di beberapa kelompok ternak lainnya. Dengan kunjungan ini, pemerintah setempat berharap agar taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat bisa berkembang. (endik)