Bupati Nur Arifin: PDIP Tak Ajukan Calon Wabup Trenggalek

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek H Mochamad Nur Arifin memastikan, PDI Perjuangan telah memutuskan tidak mengusulkan satu nama pun sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup) Trenggalek periode 2016-2021.

Menurutnya, PDIP tahu diri, bahwa kadernya sudah menjabat Bupati Trenggalek. “Maka kita berikan kesempatan kepada empat partai pengusung yang lain untuk mengisi,” kata Arifin kepada media, Sabtu (24/8/2019).

Bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek ini menambahkan, kursi wabup bisa diisi kader PAN, Demokrat,Golkar dan Gerindra sebagai partai pengusung pasangan Emil-Arifin, pasangan yang memenangkan Pilkada Trenggalek 2016 lalu.

“Kalau PPP dan Hanura sudah menyadari dan tidak mengusulkan nama karena hanya sebagai pendukung saja pada saat proses pilkada kemarin itu,” jelas pria muda yang menggantikan Emil sebagai bupati hingga akhir periode ini.

Menurut Gus Ipin, sapaan akrabnya, pengisian posisi Wabup Trenggalek tersebut harus segera dilakukan karena sudah mendekati akhir dari tenggat waktu yang ada.

Disamping itu, targetnya, proses pemilihan wakil bupati bisa terlaksana sebelum pelantikan anggota DPRD Kabupaten Trenggalek yang baru, 26 Agustus.

“Kami sudah memilih dua dari delapan nama calon wabup yang diusulkan empat partai pengusung,” ungkapnya.

Menurut Gus Ipin, hingga saat ini, belum semua pimpinan partai koalisi itu menandatangani usulan dua nama tersebut.

“Tadi malam sudah kami pilih dan sudah diumumkan dua nama. Nama-nama itu tidak disebut sekarang, sebab dua nama itu kami kembalikan lagi ke partai-partai koalisi. Karena nanti yang bertandatangan formulir itu harus semua partai koalisi,” terangnya.

Dia menambahkan, dalam pertemuan partai koalisi hingga pukul 24.00 WIB itu, ada beberapa partai pengusung yang memilih untuk menimbang kembali sebelum membubuhkan tandatangan. Sebab, imbuhnya, ada satu-dua partai yang usulan namanya tidak masuk yang dipilih. (goek)