Bupati Anas: Puskesmas Harus Jadi Mal Orang Sehat

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi semakin gencar mendorong kinerja Puskesmas menjadi ‘mal orang sehat’. Yakni dengan mengubah paradigma pengelolaan kesehatan di Puskesmas dari paradigma sakit menjadi paradigma sehat.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar mengatakan Puskesmas harus menjadi mal bagi orang sehat. Jadi orang ke Puskesmas tidak hanya orang yang sakit, tetapi orang sehat yang secara rutin melakukan cek kesehatan agar terus sehat.

Menurut dia selama ini, paradigma pengelolaan kesehatan masih ”paradigma sakit”. Hal itu termasuk didorong kebiasaan warga yang baru ke fasilitas layanan kesehatan hanya ketika sakit saja. Sehingga anggaran banyak tertuju ke pelayanan rujukan yang berorientasi ke pengobatan, bukan pencegahan.

Dia menambahkan anggaran ke pelayanan rujukan itu penting, seperti fasilitas di rumah sakit.

Banyuwangi juga telah meningkatkan tipe rumah sakit daerahnya ke tipe B dengan alat yang terus dilengkapi. Tapi yang tidak kalah penting adalah preventif, pencegahan, promosi kesehatan, karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

“Berapa pun anggaran yang disiapkan, baik lewat BPJS, jaminan kesehatan daerah, atau skema lainnya, tetap akan kurang jika promotif-preventif kesehatan tidak diperhatikan,” tegas Anas, kemarin.

Dia menyebutkan, saat ini, penyebab kematian terbesar adalah penyakit tidak menular, seperti darah tinggi, stroke, jantung, yang mayoritas semua itu berawal dari pola hidup tidak sehat. Artinya orang tidak peka hidup sehat.

“Artinya kita gagal mempromosikan gaya hidup sehat. Itu kesalahan kita semua, termasuk pemerintah daerah,” ujarnya.

Karena itu, Pemkab Banyuwangi menyiapkan reward khusus bagi Puskesmas yang mampu berinovasi menarik orang sehat untuk datang ke Puskesmas, baik untuk konsultasi gizi, tumbuh kembang anak, kesehatan remaja, kesehatan jiwa, sanitasi, dan sebagainya.

“Alhamdulillah, sebagai contoh di Puskesmas Jajag ini, tiap hari rata-rata 20 orang datang untuk konsultasi kesehatan. Kalau tiap hari ada 20 orang konsultasi, sebulan 25 hari kerja ada 500 orang, dikali 45 Puskesmas di Banyuwangi, maka 22.500 orang per bulan lakukan konsultasi kesehatan. Bayangkan dampak positifnya bagi kesehatan masyarakat,” tulis Anas di akun Instagram pribadinya dengan mengunggah aktivitas di Puskesmas Jajag. (goek)