Bulan Ini DPRD Nganjuk Investigasi Kasus Bayi Tertukar

NGANJUK – Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Cahyono menjanjikan secepatnya menyelesaikan kasus  bayi tertukar yang akhirnya meninggal dunia di RSUD Nganjuk. Pihaknya juga bakal melakukan investigasi atas musibah yang menimpa anak kedua pasutri Fery Sujarwo dan Arum Rosalia tersebut.

“Tidak menutup kemungkinan juga nanti akan ada sidak lapangan apabila diperlukan maka pihaknya akan membentuk tim investigasi guna mengungkap kebenaran permasalahan ini,” kata Tatit, Rabu (9/9/2020).

Hal ini dia sampaikan saat menerima Feri Sujarwo warga Desa Sonobekel Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk, orang tua bayi yang tertukar.

Didampingi kuasa hukumnya, Feri kemarin mendatangi kantor DPRD Nganjuk menghadap Tatit guna menyampaikan surat permohonan agar dewan dapat membantu permasalahan yang menimpa dirinya.

Feri bersama tim kuasa hukum ditemui langsung oleh ketua Dewan di ruang Ketua DPRD. Setelah menyampaikan permasalahannya, Feri menyerahkan surat permohonan kepada Ketua DPRD.

Tatit yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk menambahkan, pihaknya akan menyampaikan surat yang baru saja diterima kepada komisi yang membidangi dan segera dilakukan hearing dengan keluarga bayi yang tertukar di RSUD Nganjuk.

Kuasa hukum Feri, Prayogo Laksono mengatakan bahwa hari ini dirinya bersama kliennya menyampaikan surat permohonan kepada ketua dewan supaya dewan membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi ke RSUD Nganjuk terkait tertukarnya jenis kelamin dari anak kliennya.

“Dengan harapan, nantinya hasil dari timsus ini akan lebih menguatkan dan sangat berguna bagi klien kami. Dalam surat tersebut, kami juga memohon kepada DPRD Nganjuk untuk memberikan informasi kepada kami secara berkala tentang hasil pembentukan sampai finishing timsus tersebut,” jelas Prayogo.

Diberitakan, anak kedua pasutri Fery Sujarwo dan Arum Rosalia yang saat lahir pada 18 Agustus 2020 dinyatakan sebagai perempuan, “berubah” jenis kelaminnya menjadi laki-laki. Perubahan itu diketahui setelah bayi prematur itu meninggal di RSUD Nganjuk pada Sabtu (29/8/2020) lalu.

Feri mengambil jenazah bayinya yang saat itu sudah berada di luar inkubator. Bayi yang sudah tidak dilengkapi gelang tanda pengenal di tangan itu dibawanya pulang.

Tanpa ada surat keterangan kematian, bayi mungil itu dibawa pulang dengan mengendarai sepeda motor. Setiba di rumah, jenazah bayi itu dimandikan untuk dimakamkan.

Para pelayat dan keluarga langsung geger saat itu. Jika sebelumnya mereka meyakini bayinya berjenis kelamin perempuan, saat itu mereka terkejut melihat bayinya berubah kelamin menjadi laki-laki. (goek)