Bulan Ini, Banyuwangi Suguhkan Dua Sport Tourism

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi bakal menyuguhkan dua sports tourism di bulan ini, yakni Savana Duathlon dan International Tour De Banyuwangi Ijen (ITdBI).

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, sports tourism telah menjadi bagian atraksi wisata Banyuwangi, khususnya untuk menggaet wisatawan pecinta olahraga.

Banyuwangi memiliki banyak sports tourism berbasis olahraga lari, dan bersepeda. Menurutnya, olahraga lari dan bersepeda peminatnya luas.

“Bukan hanya kalangan atlet profesional. Dua jenis olahraga ini punya penyuka berbasis komunitas yang solid, dan merata di Indonesia,” kata Anas kepada wartawan, Kamis (12/9/2019).

Kompetisi balap sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen digeber pada 25-28 September. Sementara Banyuwangi Duathlon akan dilaksanakan 15 September depan.

Banyuwangi Duathlon memadukan dua olahraga sekaligus, yakni lari dan bersepeda. Jenis olahraga ini, sebutnya, pertama kalinya digelar karena jenis olahraga ini mulai banyak digandrungi kaum muda.

“Kami ingin olahraga ini menjadi genre baru yang menjadi bagian sport tourism daerah,” ujar Anas.

Para peserta Banyuwangi Duathlon ini akan berkompetisi lari dan bersepeda di area Taman Nasional Alas Purwo, sebuah kawasan yang saat ini berstatus sebagai geopark nasional dan cagar biosfer dunia.

Taman nasional seluas 44.037 hektare ini memiliki banyak keindahan yang bisa dinikmati. Di antaranya terdapat keanekaragaman hayati, dan budaya. Yang terdiri dari 700 flora, 50 jenis mamalia, 320 burung, 15 jenis amfibi, dan 48 jenis reptil.

“Peserta bisa merasakan sensasi kompetisi lari, dan bersepeda dengan rute yang eksotis sambil menghirup oksigen yang terbersih di dunia,” katanya.

“Peserta akan diajak melintasi jalan-jalan dengan panorama pegunungan jati, hutan tropis yang penuh dengan flora, dan fauna yang sangat indah. Ada banteng, burung merak, harimau dan banyak lagi,” imbuh dia.

Kompetisi ini akan mengambil start dan finish di Taman Nasional Alas Purwo. Pada etape pertama, peserta akan mengawali perlombaan dengan berlari sejauh 6,4 kilometer.

Start dari Pantai Pancur menuju Triagulasri sejauh 3,2 kilometer. Kemudian peserta akan kembali lagi ke Pancur dengan rute sejauh 3,2 kilometer.

Setelah itu, sambungnya, peserta akan melanjutkan dengan kompetisi bersepeda sejauh 27 kilometer.

Start dari Pantai Pancur menuju Rowobendo, pintu menuju Taman Nasional Alas Purwo sejauh 13,5 kilometer. Kemudian peserta kembali lagi ke Pantai Pancur.

Ajang sport tourism berikutnya yang tak kalah seru adalah International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI). Salah satu balapan bergengsi di Indonesia ini akan dilangsungkan 25-28 September.

Event yang telah digelar ke sembilan kalinya ini bakal digelar dalam empat etape. Rute yang ditempuh sejauh 600 kilometer.

“ITdBI telah menjadi ikon sport tourism daerah. Sekaligus salah satu event yang membuat Banyuwangi disebut sebagai kota balap sepeda di Indonesia. Ratusan pembalap sepeda profesional dari dalam, dan luar negeri akan bertanding menjadi yang terbaik di ajang ini,” lanjut Anas.

ITdBI tahun ini bakal diikuti tim-tim balap sepeda berprestasi dunia. Seperti Team UKYO (Jepang), Terengganu Inc. TSG Cycling Team (Malaysia), KINAN Cycling Team (Jepang), dan Team Sapura Cycling (Malaysia). Mereka adalah tim-tim yang berprestasi dalam rangkaian 2019 UCI Asia Tour. (goek)