Buchori: Mesin Jokowi-JK Sudah Bergerak di Probolinggo

01PROBOLINGGO — Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyatakan optimistis pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla bakal memenangi pemilu presiden (pilpres) 2014 di Kota Probolinggo. Itu dibuktikan dengan kemenangan PDI Perjuangan dalam pilkada dan pileg di Kota Probolinggo beberapa waktu lalu.

Meski tidak pernah mematok target, keyakinan Buchori selalu dibarengi kemenangan. “Mesin partai dan jaringan partai koalisi sudah panas dan bergerak. Pada bulan ini rencananya Jokowi akan ke Probolinggo. Insya Allah Jokowi menang,” ujar Buchori, Selasa (10/6/2014).

Selama ini, Kota dan Kabupaten Probolinggo menjadi rebutan karena dikenal sebagai basis nahdliyin. Kota Probolinggo adalah basis PDI Perjuangan, dan selama bertahun-tahun menjadi penguasa dengan berhasil mengantarkan kadernya menjadi kepala daerah sekaligus memenangkan tiga kali pileg.

Sedang di Kabupaten Probolinggo, pengaruh mantan Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin yang kini tercatat sebagai Ketua DPP Nasdem dinilai sebagai kekuatan besar untuk memenangkan Jokowi-JK. Apalagi, istrinya, Tantri, tercatat sebagai Ketua DPC PKB sekaligus Bupati Probolinggo.

Pada pileg lalu, Nasdem meraih 14 kursi dan PKB delapan kursi. Badan Pemenangan Pemilu DPP PKB A Malik Haramain menyatakan yakin Jokowi-JK akan meraup suara sebesar 70 persen di Kabupaten Probolinggo.

“Apalagi, survei di Jatim, Jokowi-JK unggul. Survei terakhir LSI jago kami juga di atas. Di Kabupaten Probolinggo dan Jawa Timur kami akan memfasilitasi kekuatan, termasuk kekuatan NU,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Malik mengritik pernyataan tokoh politik yang menyebut ajang pilpres kali ini adalah Perang Badar.

“Saya juga tidak setuju, ada tokoh nasional yang menyamakan pertarungan Pilpres seperti Perang Badar. Perang Badar itu adalah perang kaum Muslim yang dipimpin Rasulullah melawan orang kafir. Waduh, bahaya ini. Jokowi itu sama dengan kita, beragama Islam. Kok, dibilang kafir. Jusuf Kalla juga sama dengan kita, beliau asli kader NU,” tandasnya.

Malik mengingatkan para pendukungnya agar tidak ikut melakukan kampanye hitam dan fitnah. Pihaknya berharap Jokowi-JK menang terhormat dan tanpa menebar fitnah. (pri/*)