oleh

Biasa Dikeroyok Parpol Lain, PDIP Siap Hadapi Pilwali Surabaya

-Berita Terkini-4 kali dibaca

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan partainya sudah biasa dikepung alias dikeroyok oleh partai politik lain dalam ajang Pilkada Kota Surabaya.

Hal itu dia sampaikan usai pembukaan Sekolah Calon Kepala Daerah PDI Perjuangan Gelombang I, Jumat (21/8/2020), menanggapi pertanyaan wartawan menyangkut calon kepala daerah yang akan diusung partai itu dalam pilkada tahun ini.

Sebab sejauh ini, hanya ada satu kandidat mengemuka yang didukung mayoritas parpol di kota itu, yakni Machfud Arifin. Sampai saat ini, tersisa PDIP dan PSI yang belum menentukan calon.

Baca juga: Risma dan Anas Jadi Contoh Keberhasilan Kepala Daerah dari PDI Perjuangan

Menurut Hasto, selama 10 tahun di bawah kepemimpinan kadernya, Tri Rismaharini, Kota Surabaya mengalami banyak kemajuan.

Padahal, kepungan politis selalu terjadi. Sehingga jika saat ini partainya dikepung banyak pihak, menurutnya, hal biasa saja.

“Sejak lima tahun lalu, kami sudah biasa menghadapi tekanan, kepungan di kota Surabaya. Bahkan sejarah, mengapa ada calon tunggal, tidak terlepas dari lima tahun lalu di Surabaya,” ujarnya.

“Saat itu seluruh partai mencoba menggagalkan pencalonan kedua Bu Risma dan Mas Whisnu. Kemudian ada proses di MK yang mengizinkan calon tunggal untuk berhadapan dengan kotak kosong,” tambah dia.

Dan justru karena biasa dikepung demikian tersebut, lanjutnya, maka pihaknya akan menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk Pilwali Surabaya 2020. “Karena itu, kami mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya,” sebut Hasto.

Hasto juga mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang melakukan finalisasi nama calon kepala daerah untuk Surabaya, juga untuk Provinsi Bali. Partainya telah mengundang DPC PDIP Surabaya untuk penajaman calon yang diusung di Pilkada 2020.

“Kota Surabaya barusan kami melalukan penajaman dengan mengundang dari Surabaya. Sebelumnya, kami sudah mengundang kader internal Surabaya untuk melakukan penajaman pemetaan politik di Surabaya,” urainya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengambil keputusan soal Surabaya, dan akan diumumkan bersamaan dengan Pilkada Bali.

“Bali sudah finalisasi dan keputusan sudah diambil. Kota Surabaya dalam waktu dekat keputusan akan diambil. Pengumumannya nanti akan dilakukan bersama dengan Bali, dengan tema lingkungan kebudayaan untuk mempersiapkan komitmen calon kepala daerah,” terang Hasto. (hasto)

rekening gotong royong