Berikan Modal Kerja, Presiden Kepincut Es Kehausan

BOGOR – Presiden RI Joko Widodo kembali memberikan bantuan modal kerja kepada para pedagang mikro dan kecil di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/7).

Pada kesempatan berbincang dengan para pedagang, Presiden sempat tertarik dengan minuman Es Kehausan yang dijual salah satu pedagang dan ingin memesannya.

“Bapak (jual apa)?” tanya Presiden kepada salah satu pedagang, di Bogor, sebagaimana disaksikan melalui video streaming di Jakarta.

Pedagang yang mengenakan kaos berwarna gelap itu menjawab, dirinya berjualan es.

Presiden kemudian menanyakan perbandingan omzet yang bisa diperoleh pedagang es tersebut sebelum dan setelah ada pandemi.

Pedagang itu mengaku dalam kondisi normal sebelum ada pandemi dirinya biasa memeroleh omzet Rp900.000 sampai Rp1.000.000 per hari. Namun sejak pandemi COVID-19 merebak, omzetnya turun menjadi Rp300.000 per hari.

“Sepertiga ya. Ya semua mirip-mirip seperti itu. Memangnya es apa sih?” tanya Presiden.

Pedagang itu menjawab, “Es Kehausan.” Presiden pun tertarik dengan nama es yang dijual pedagang itu.

“Es Kehausan? Namanya Es Kehausan? Oh bagus banget, namanya bagus, sehari bisa satu juta, ya ‘bener’,” kata Presiden.

Kepala Negara kemudian menyatakan ingin merasakan es tersebut. “Es-nya dibawa ke sini ‘ndak’? ‘Ndak’? Saya pikir dibawa, kalau dibawa saya mau ambil satu,” kata Presiden.

Tidak ingin Presiden kecewa, sang pedagang berjanji akan mengirimkan es buatannya kepada Presiden. “‘Entar’ dikirim pak,” ujar pedagang itu.

“Dikirim bayar ndak?” tanya Presiden.

Pedagang itu kemudian mengatakan akan mengirimkan es buatannya secara gratis kepada Presiden. Namun Presiden menekankan kepada pedagang itu, bahwa tidak boleh mengirimkan jualan secara gratis.

“Ndak boleh, kalau ngirim, saya harus bayar. Orang usaha begitu, jangan kebanyakan gratisan,” jelas Presiden.

Sejak beberapa waktu terakhir, Pemerintah terus memberikan bantuan modal kerja secara simbolis kepada pedagang mikro dan kecil di wilayah Bogor dan Jakarta. Bantuan diberikan sebesar Rp2,4 juta untuk masing-masing pedagang.

Rencananya bantuan akan diberikan kepada sedikitnya 12 juta pelaku usaha di seluruh Indonesia melalui sistem perbankan. (gesuri)