Berduka Atas Teror di Mesir, PDIP Minta Indonesia Galang Solidaritas

JAKARTA – PDI Perjuangan turut berduka cita atas insiden teror bom dan serangan bersenjata di Masjid Al Rawdah, Sinai Utara, Mesir pada Jumat (24/11/2017). Setidaknya, ada 235 korban yang tewas atas tragedi tersebut.

“Duka cita yang mendalam atas serangan teroris di Sinai Mesir Tewaskan 155 orang. Kejahatan kemanusiaan tidak boleh dibiarkan hidup,” kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sabtu (25/11/2017).

“Kejahatan kemanusiaan tersebut tidak bisa didiamkan. Pemerintah Republik Indonesia agar menggalang solidaritas kemanusiaan dan kerjasama internasional memerangi kejahatan kemanusiaan terorisme tersebut,” ujarnya.

Menurut Hasto, apapun alasanya, menyerang masjid dan tempat ibadah agama manapun merupakan kejahatan sangat serius, dan tidak terampuni.

“Tempat ibadah harus menjadi zona netral manakala terjadi konflik. Tempat ibadah menjadi pusat perlindungan kemanusiaan yang seharusnya terlarang untuk terjadinya kejahatan apapun,” ucap dia.

Hasto mengatakan, saat ini dunia harus berjuang mewujudkan perdamaian dengan menghormati kedaulatan setiap negara, serta mewujudkan keadilan dan tatanan dunia baru yang aman dan damai.

Menurut Hasto, konflik yang terjadi di Timur Tengah, seperti di Irak, Suriah dan berbagai wilayah lainnya harus segera diselesaikan melalui campur tangan PBB, dengan syarat menghilangkan intervensi asing dalam sebuah negara yang berdaulat.

“PDI Perjuangan mendukung sikap pemerintah untuk terus berjuang memberikan dukungan penuh pada Palestina,” kata dia.

Tak hanya itu, politik luar negeri bebas aktif Indonesia, lanjut Hasto dapat memainkan peran yang semakin penting. Termasuk mencegah terjadinya campur tangan asing atas kedaulatan suatu negara.

“PDI Perjuangan minta pemerintah agar mendesak adanya sidang khusus di PBB guna mendorong suatu aksi konkret dan terpadu bagi dunia untuk memerangi kejahatan yang mengancam peradaban umat manusia tersebut,” ujar Hasto.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun mengutuk keras serangan bom dan penembakan yang terjadi di Masjid Al-Rawdah, Sinai Utara, Mesir.

“Negara kita, saya, mengutuk keras serangan yang ada di Mesir,” kata Jokowi saat di Kota Medan, Sumatera Utara, kemarin.

Dia juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk bersama-sama dengan Mesir menghadapi situasi yang sulit seperti ini. “Duka dan simpati yang mendalam dari seluruh rakyat Indonesia baik kepada pemerintah Mesir, masyarakat, dan korban,” tuturnya.

Jokowi mengungkapkan, aksi terorisme seperti ini harus dicegah salah satunya dengan meningkatkan kerja sama internasional dalam rangka memerangi terorisme. (goek)