Begini, Cara Caleg Perempuan PDIP Kampanyekan Gaya Hidup Pro-Lingkungan

TULUNGAGUNG – Sejumlah calon anggota legislatif (caleg) PDI Perjuangan mengikuti senam bersama dengan 100-an ibu-ibu warga Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, kemarin.

Caleg dari berbagai tingkatan itu, di antaranya Eva Sundari (Caleg DPR RI Jatim 6 nomer urut 5), Erma Susanti (Caleg Prop no 2), serta dua caleg kabupaten dari dapil yang sama yaitu Tulungagung II meliputi Boyolangu, Ngunut dan Sumbergempol, yakni Reny Dyah Kurniawati (no 8) dan Vivi Adriani (no 7).

Senam diadakan oleh Rampak Sarinah Komunitas Hidroponik bekerjasama dengan Kelompok Tani Hidroponik Tulungagung (KTHT). Kanti Rahayu, pengorganisir acara menjelaskan, senam ini merupakan kegiatan rutin tiap hari Minggu.

“Kami sengaja mengatur ada sesi diskusi dan berbagi tentang ketahanan pangan dan lingkungan. Kali ini tentang perlunya gaya hidup baru yang lebih pro lingkungan untuk mewujudkan ketahanan pangan,” ujar Kanti.

Setelah senam bersama, dia membuka sesi curah gagasan. Pada kesempatan ini, Eva Sundari mengajak berhemat dalam menggunakan tisu. Sebab, pohon diperlukan bukan saja untuk memproduksi oksigen tapi juga untuk menahan air di dalam tanah.

“Mari kembali ke gaya hidup generasi orang tua kita, biasakan menggunakan handuk kecil untuk ke toilet atau sapu tangan untuk mengganti tisu. Ini bagian dari Revolusi Mental, gaya hidup baru yaitu berhemat,” kata Eva bersemangat.

Ajakan mengubah cara berpikir, cara bertindak dan gaya hidup baru untuk lebih pro lingkungan didukung oleh Erma Susanti. “Ingat prinsip 3 R – reduce, re-use, dan recycle. Gaya hidup yang demikian juga penting agar kita mampu mewariskan bumi yang tetap terjaga kekayaannya bagi generasi mendatang,” ujar Erma.

Saat diberikan kesempatan menjelaskan resolusinya sebagai caleg, Vivi Andriani yang berusia milenial menyampaikan gagasannya. “Kita jangan tergiur fashion yang bikin kita konsumtif. Mari recycle atau re-use baju-baju lama kita atau punya orang tua untuk kita modifikasi sehingga sekaligus kita berlatih untuk tidak konsumtif, hemat dan kreatif,” kata Vivi.

Sedang Reny Dyah Kurniawati mengajak untuk cinta produk sendiri sebagai bagian dari ketahanan pangan. “Konsumsi pangan lokal dan kurangi impor. Gaya hidup masyarakat yang demikian akan menjadi insentif bagi para petani kita selain juga juga lebih cerdas karena lebih aman karena buah lokal misalnya bebas dari formalin, lilin maupun bahan kimia pengawet lainnya,” kata Reny yang juga caleg milenial dari PDIP.

Setelah para caleg menyampaikan paparan masing-masing, ada tanya jawab ringan seputar tema ketahanan pangan dan gaya hidup pro lingkungan tersebut. Senam Bersama plus-plus tersebut diakhiri dengan belanja produk-produk lokal baik buah, makanan tradisional, juice dan olahan snack hidroponik, dan bahan kebututuhan pokok lainnya.

Rampak Sarinah Tulungagung Komunitas Hidroponik telah mampu membuat kegiatan-kegiatan pengembangan selain bertanam hidroponik secara kreatif. Mereka mendampingi pengembangan kelurahan-kelurahan pro lingkungan, pendidikan populer bagi sekolah dan ibu-ibu, serta mulai mengembangkan bisnis rumahan bagi para anggotanya. (guh)