Basarah Bekali Kalangan Muda Semangat Nasionalisme

BATU – Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah mengajak kepada para pemuda dan pelajar untuk berani menolak ajaran radikalisme dan ajaran intoleransi.

“Miris melihat kenyataan saat ini, banyak pelajar dan pemuda terjerembab dalam dua ideologi transnasional, radikalisme dan intoleran,” kata Ahmad Basarah usai acara Pelantikan DPC GSNI Se-Malang Raya di Kota Wisata Batu, Minggu (10/2/2019).

Menurutnya, pemuda dan pelajar adalah kelompok strategis masa depan Indonesia, namun sangat rentan terhadap pengaruh dari luar termasuk penetrasi paham radikalisme dan Intoleran.

“Saat ini paham tersebut di kalangan pemuda dan pelajar, bukan sekedar wacana bahkan sudah banyak yang menjadikan sebagai tindakan dengan menyebarkannya pada kalangan yang lebih luas  melalui media sosial,” kata Wasekjen DPP PDI Perjuangan ini.

Basarah menambahkan salah satu cara yang efektif untuk memerangi kedua ideologi transnasional tersebut adalah melakukan gerakan bersama di kalangan Pemuda dan Pelajar dalam membumikan Pancasila.

Menurutnya, Pancasila 1 Juni mengandung semangat Gotong Royong, hormat menghormati dan saling menghargai.

Sementara itu, di depan para pengurus DPC GSNI se-Malang Raya dan alumni yang hadir, Basarah pun mengajak kaum muda untuk mempelajari kembali hakikat kemerdekaan Indonesia dan perjuangan panjang yang dilakukan Bung Karno sebagai pendiri bangsa.

Dia juga mengajak generasi muda mengerti jasa Bung Karno memberikan konsepsi dasar negara Pancasila yang kemudian mendapat persetujuan pendiri bangsa lainnya, dan disepakati hingga saat ini.

Basarah menegaskan bahwa Pancasila adalah ideologi yang telah menyatukan bangsa Indonesia yang beragam suku, agama dan sebagainya.

“Dulu, Soekarno dituduh pendukung PKI dan komunis dan dilengserkan dan mengkhianati negara, namun semua telah jelas sekarang, tuduhan tersebut keliru,” ucapnya.

Setelah Soekarno mendapatkan gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2012, lanjut Basarah, fakta itu mematahkan semua tudingan bahwa Soekarno pernah berkhianat kepada bangsa dan negaranya. “Soekarno adalah seorang nasionalis religius sejati yang sangat mencintai bangsa dan negaranya,” tuturnya. (ven)