Banyuwangi Sinkronkan Program dengan Pemerintahan Jokowi – JK

pdip jatim - jokowi - yusuf wdiyatmokoBANYUWANGI – Program pemerintahan Jokowi – JK di bidang kesehatan dan pendidikan, yaitu Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar, mendapat respons positif dari Pemkab Banyuwangi.

Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko mengatakan, program di bidang kesehatan dan pendidikan, seperti Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar perlu segera disinkronisasi dengan program yang ada di daerah.

“Kita pasti senang jika program Pak Jokowi bisa segera disinkronkan di daerah. Untuk di Banyuwangi, tidak hambatan untuk program Pak Jokowi. Kita siap merespon program itu,” kata Yusuf Widyatmoko, Senin (22/9/2014).

Sekarang ini, dengan kemampuan APBD Banyuwangi yang ada, sekitar Rp 2,136 triliun, Pemkab Banyuwangi sudah melaksanakan berbagai program untuk kesejahteraan masyarakat. “Jumlah masyarakat miskin, Insya Allah, sudah berkurang. Kita menganggarkan 40 %, setara Rp 940 miliar, untuk pendidikan. Untuk kesehatan juga sudah dianggarka sekitar 10 %, setara Rp 239 miliar, tapi jumlah ini akan kita tingkatkan terus sesuai kebutuhan dan kemampuan APBD,” urai Yusuf.

Menurut survey BPS, tambah pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi itu, di tahun 2010, awal periode jabatannya, jumlah masyarakat miskin 20,5 %, kemudian di tahun 2013 jumlah tersebut turun menjadi 9,6 %. Jumlah ini diperkirakan akan terus menurun karena sejumlah program Pemkab Banyuwangi berhasil mengangkat kesejahteraan masyarakat Banyuwangi.

“Masyarakat Banyuwangi tidak jesulitan menyekolahkan anaknya. Mereka juga bisa berobat dengan biaya murah, bahkan gratis,” jelas Yusuf. (pgh)