Banyuwangi Culture Everyday, Ajang Pelajar Aktualisasikan Potensi Seni Lokal

BANYUWANGI – Tiap malam di Banyuwangi digelar pertunjukan seni dan budaya melalui Culture Everyday. Beragam atraksi seni dan tradisi masyarakat Banyuwangi ditampilkan di Lorong Bambu, Alun-Alun Kota, Taman Blambangan.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, Banyuwangi Culture Everyday dengan beragam pertunjukan seni budaya lokal akan menjadi atraksi wisata yang menarik bagi wisatawan.

Anas mengatakan selain menjadi atraksi wisata, Banyuwangi Culture Everyday merupakan sarana edukasi sekaligus panggung bagi pelajar daerah untuk menampilkan minat dan bakatnya.

Karena talent pertunjukan setiap malam tersebut merupakan pelajar dari tingkat SD hingga SMA baik dari sekolah negeri, swasta hingga sekolah berbasis komunitas agama.

Menurut Anas, event ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengaktualisasikan potensi seni dan kreatifitasnya. Juga menjadi wadah untuk mengasah jiwa inklusi yang bersahabat dengan keragaman.

“Di sini mereka akan bertemu hingga berkolaborasi dengan teman-teman sebaya dari beragam ras, suku dan agama yang ada di Banyuwangi,” kata Anas, kemarin.

Selain menampilkan seni tradisi khas Banyuwangi, dalam satu minggu sekali akan ditampilkan seni budaya nusantara yang dibawakan pelajar setempat.

Adanya penambahan pertunjukan seni budaya dari berbagai daerah Indonesia di event ini, jelas Anas, juga akan menjadi edukasi bagi siswa tentang keragaman yang ada di negara kita.

“Bahwa kita tidak hanya hidup sendiri tapi berdampingan dengan suku bangsa yang begitu beragam di nusantara,” tuturnya.

Acara ini sendiri berlangsung di Lorong Bambu yang merupakan spot instagramable terbaru di area kota. Lorong bambu ini merupakan instalasi seni berupa terowongan yang terbuat dari ornamen bambu yang dilengkapi membran yang menutupi atapnya. Sangat unik.

Sementara itu, pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno mengatakan, Banyuwangi Culture Everyday ini akan berlangsung selama satu tahun, tiap Senin –Jumat.

Pelajar yang terlibat mulai SD, SMP, SMA/K baik negeri maupun swasta. “Jadwal pertunjukan itu kami buat di luar jadwal ujian dan libur siswa. Jadi kegiatan di sekolah mereka tidak akan terganggu,” ujarnya.

“Sabtu dan Minggu akan diisi sanggar seni dan penampilan komunitas. Kami memberi panggung lebih bagi warga untuk menampilkan kreativitasnya,” kata dia.

Selain panggung seni, setiap hari di area Taman Blambangan nantinya juga dihelat sport everyday tiap sore hingga malam hari.

Event ini menjadi ajang kompetisi olahraga para pelajar se-Banyuwangi. Mereka akan bertanding basket 3 on 3 juga bola voli. (goek)