oleh

Banyak Pengangguran, Paslon Niat Komitmen Jamin Lapangan Kerja

GRESIK – Kabupaten Gresik meski dikenal sebagai daerah industri, namun penyerapan tenaga kerja untuk masyarakat lokal masih sangat minim. Karena masih banyak warga yang menganggur, akibat kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Sulitnya mencari pekerjaan di daerah kelahirannya sendiri, dialami para lulusan sekolah menegah keatas (SLTA) maupun mahasiswa yang telah lulus dengan gelar sarjana dari perguruan tinggi tempat mereka menimbah ilmu.

Hal tersebut ditemukan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Gresik yang diusung PDI Perjuangan, Fandi Ahmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) saat melakukan dialog dengan masyarakat dalam kampanye yang dilakukannya di wilayah Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik.

“Meski banyak industri besar yang berdiri, ternyata masih banyak warga Kecamatan Manyar yang kesulitan mendapat pekerjaan. Padahal, puluhan industri ada disini,” kata Gus Yani sapaan akrab Fandi Ahmad Yani usai melakukan kunjungan ke Desa Yosowilangun, Manyar, Minggu (4/10/2020).

Menurut Gus Yani, banyaknya pengangguran yang terjadi sampai saat ini, karena tidak adanya komitmen dan jaminan pekerjaan dari pemerintahan sebelumnya terhadap warganya.

“Kalau pemerintah daerah komitmen terhadap masalah lapangan pekerjaan, maka tidak mungkin masyarakat Gresik kesulitan mencari pekerjaan. Padahal, banyak sekali perusahaan yang berdiri di Gresik ini,” ujarnya.

“Terhadap persoalan ini, jika Niat mendapat amanah dari masyarakat untuk memimpin Kabupaten Gresik lima tahun kedepan. Kami tidak hanya akan memberikan jaminan pekerjaan kepada masyarakat, khususnya para pemuda. Tetapi, juga membentuk pemuda yang bermental wirausahawan,” tegasnya.

“Bagi pemuda yang mempunyai skil dan inovasi, maka akan kami wadahi. Agar mereka tetap bisa kreatif serta produktif dibidang wirausaha maupun lainnya yang tengah digeluti. Sehingga, bisa mereka kembangkan secara maksimal dan menghasilkan nilai ekonomi,” tandas mantan Ketua DPRD Gresik ini. (rmoljatim)

rekening gotong royong