Banyak Investor Lirik Nganjuk, DPRD Sambut Positif

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat (kiri) bersama Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Cahyono.

NGANJUK – Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono berharap kabupaten ini menjadi salah satu kawasan industri maju seiring makin banyaknya investor yang masuk. Jika hal itu terwujud, diharapkan mampu mengurangi angka kemiskinan.

“Kami menyambut positif makin banyak investor yang bakal masuk menanamkan investasinya di Nganjuk,” kata Tatit, Selasa (11/2/2020).

“Tentunya kami berharap semakin banyak pula tenaga kerja asal Nganjuk yang terserap oleh industri tersebut sehingga angka pengangguran bisa turun,” lanjut wakil rakyat yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk ini.

Sebagai salah satu daerah yang potensial untuk pengembangan industri, hingga awal Februari 2020 sebanyak 72 investor telah membuat komitmen untuk berinvestasi di wilayah Kabupaten Nganjuk.

Di antaranya Maspion Group yang rencananya menanamkan investasi sekitar Rp 3 – 4 triliun di Kawasan Industri Nganjuk (KING).

Sebagaimana disampaikan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat pada awak media, Maspion Group telah melakukan survei di wilayah Kabupaten Nganjuk dengan kebutuhan lahan seluas 400 hektar.

Setidaknya nanti Maspion Group akan menyerap sekitar 15 ribu tenaga kerja lokal untuk kebutuhan industrinya. “Alhamdulillah, kami juga sudah bertemu langsung dengan Pak Alim Markus dari Maspion Group dan telah menyatakan keseriusanya untuk menanamkan investasi di Nganjuk,” ujar Novi, kemarin.

Dengan adanya keseriusan dari Maspion Group untuk menanamkan investasinya di Kabupaten Nganjuk, sebut Novi Rahman, menjadi bukti kepercayaan dari para investor terhadap wilayah Kabupaten Nganjuk.

Ini dikarenakan selain lahan yang tersedia masih cukup luas, Kabupaten Nganjuk juga memiliki sejumlah hal yang dinilai cukup menarik oleh investor.

Diantaranya, sebut Mas Novi, sapaan Bupati Nganjuk, upah minimum kabupaten (UMK), lokasi strategis tidak jauh dari Kota Surabaya, mekanisme perizinan yang mudah telah disediakan Pemerintah Kabupaten Nganjuk, dan sebagainya.

“Kami rasa, banyaknya kemudahan yang kami tawarkan dan potensi yang cukup besar di Nganjuk rupanya menjadikan investor tertarik berinvestasi di Nganjuk,” jelas Mas Novi.

Pihaknya mengakui, dalam mengenalkan potensi dan kemudahan berinvestasi kepada investor dilakukan di berbagai kesempatan pertemuan baik di Jakarta maupun di Surabaya.

Bahkan, sejumlah undangan dari luar negeri telah diterimanya untuk bisa memaparkan potensi Kabupaten Nganjuk kepada para investor di sejumlah negara.

“Mudah-mudahan dengan upaya pengenalan potensi yang dimiliki Kabupaten Nganjuk tanpa lelah ini maka akan semakin banyak investor yang masuk dan menanamkan investasinya di Kabupaten Nganjuk,” harap Mas Novi. (endyk)