Baguna Emban Misi Kemanusiaan Tanpa Bedakan Pilihan Politik Masyarakat

KOTA BATU – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi mengungkapkan, bahwa aktivitas Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP Jatim sudah tidak asing lagi di mata masyarakat.

Menurutnya, Baguna Jatim telah banyak berkiprah dengan mengirimkan personelnya ke beberapa lokasi bencana yang pernah terjadi di Indonesia.

Baca juga: Pesan Kusnadi untuk Kader Baguna PDIP Jatim: Jaga Nama Baik Partai!

Mereka membantu upaya penyelamatan warga, serta melakukan aksi kemanusiaan di daerah terdampak gempa.

Di antaranya, sebut Kusnadi, pengiriman relawan saat terjadi bencana erupsi Gunung Merapi di Jawa Tengah, Gunung Agung, gempa di Lombok, serta di beberapa lokasi musibah bencana lainnya, baik di Jawa Timur maupun luar provinsi.

“Baguna DPD PDI Perjuangan Jatim yang didukung Baguna cabang sudah berkiprah dari Sabang sampai Merauke. Mereka mendapatkan penugasan partai untuk membantu kesulitan-kesulitan masyarakat di wilayahnya masing-masing,” terang Kusnadi, Sabtu (26/9/2020).

Pesan-pesan ini pun telah disampaikan Ketua DPRD Provinsi Jatim tersebut, saat membuka Diklat SAR Baguna PDIP Jatim yang digelar di Wisma Perjuangan, Oro-oro Ombo, Kota Batu, Rabu (22/9/2020).

Kepala Baguna Jatim SW Nugroho menambahkan, misi-misi kemanusiaan yang telah dilakukan anggota Baguna Jatim di berbagai daerah, adalah salah satu wujud pengabdian diri sebagai kader PDI Perjuangan kepada masyarakat. Khususnya masyarakat korban gempa.

Kader Baguna, kata Nugroho, diharapkan selalu siap bergerak di tengah rakyat, membantu dan berpihak kepada rakyat tanpa membedakan pilihan politiknya.

“Jadi melalui Baguna ini, kader PDI Perjuangan mengabdikan dirinya kepada masyarakat yang sedang dalam kondisi susah akibat adanya bencana, tanpa melihat dia pengikut partai apa,” tegasnya.

Diklatsar Baguna PDIP Jatim diikuti utusan Baguna dari 38 kabupaten/kota se-Jatim ini akan berlangsung selama 10 hari.

Diklatsar dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat. Para peserta terlebih dahulu dipastikan non-reaktif dengan rapid test, diperlengkapi masker serta hand sanitizer, dan selalu berjarak. (rul)