Arak-arakan Bhineka Tunggal Ika Iringi Pendaftaran PDIP Surabaya ke KPU

SURABAYA – DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya mendaftarkan diri sebagai peserta Pemilu 2019 ke KPU Surabaya, Rabu (11/10/2017).

Pendaftaran dilakukan dengan berjalan kaki dari kantor DPC PDI Perjuangan Surabaya di Jalan Kapuas menuju kantor KPU di Jalan Adityawarman.

Diiringi ratusan kader yang memainkan musik patrol dan tarian reog, pengurus DPC PDIP Surabaya mulai beranjak dari kantor DPC sekitar pukul 14.00 WIB.

Uniknya, di antara para kader yang ikut dalam arak-arakan, banyak yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengatakan pendaftaran PDIP kali ini dilakukan serentak di semua daerah di Indonesia. “Ini sesuai instruksi langsung Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri,” jelas Whisnu.

Instruksi tersebut, di antaranya selama pendaftaran juga harus menampakkan ideologi Pancasila. Adanya iringan kesenian lokal, baju-baju adat Bhineka Tunggal Ika, tambah Whisnu, menunjukkan bahwa PDIP sebagai rumah nasionalis yang merupakan ideologi Pancasila.

Politisi yang juga Wakil Wali Kota Surabaya ini mengaku optimistis, PDI Perjuangan bakal lolos verifikasi sebagai peserta Pemilu 2019. Karena data berupa KTA dan e-KTP yang disetorkan sudah sesuai persyaratan.

“Kami setorkan 14 ribu KTA dan di DPC masih ada belasan ribu yang siap, serta semuanya by name by addres,” ujarnya.

Soal target Pemilihan Legislatif 2019 di Surabaya, Whisnu menaikkan menjadi dua kali lipat, yakni dari 15 kursi saat ini menjadi 30 kursi pada pileg mendadatang.

“Kalau dulu targetnya hanya 20 dan berhasil meraih 15 kursi, maka kali ini 30 kursi. Jadi kesiapan mesin partai menjadi dasar target kami,” kata dia.

Di antara ratusan kader dan simpatisan PDIP yang ikut mengarak ke KPU itu, ada sosok yang menyita perhatian banyak orang. Sosok itu adalah Fuad Benardi, putra Wali Kota Tri Rismaharini. Dia tampak membaur dengan kader-kader PDI Perjuangan lainnya.

Fuad mengaku sudah beberapa kali mengikuti acara PDI Perjuangan, seperti proses pendaftaran verifikasi parpol di KPU kali ini.

Sebagai kader, terang Fuad, sudah seharusnya dia datang pada agenda-agenda partai. “Apalagi ini agenda partai terkait verifikasi di KPU,” ucapnya. (goek)