Anas Undang Perantau Hadiri Diaspora Banyuwangi Bernostalgia di Kampung Halaman

Menpar Arief Yahya dan Bupati Abdullah Azwar Anas di acara diaspora Banyuwangi di Pendopo Shaba Swagata Blambangan Banyuwangi tahun 2017 lalu.

BANYUWANGI – Bupati Abdullah Azwar Anas mengundang warganya di perantauan yang merayakan Lebaran di Banyuwangi untuk hadir dalam acara Diaspora Banyuwangi,

Para diaspora Banyuwangi itu akan diajak bersilaturahim bersama sekaligus menikmati kuliner lokal. Tahun ini, pertemuan diaspora Banyuwangi digelar 8 Juni 2019 di pendopo kabupaten.

Anas mengatakan, forum diaspora Banyuwangi rutin digelar sejak 2012. Melalui forum ini, pihaknya ingin memfasilitasi pertemuan para diaspora asal Banyuwangi untuk saling bertemu dan bernostalgia tentang kampung halamannya.

“Sekaligus ini jadi ajang melepas kangen sekaligus menjaring masukan untuk pembangunan daerah,” ujar kata Anas, kemarin.

Anas menambahkan, diaspora Banyuwangi adalah jembatan untuk memasarkan potensi produk dan wisata daerah. Para diaspora diharapkan menjadi duta untuk memasarkan dan mempromosikan produk UMKM serta destinasi wisata Bumi Blambangan.

Dengan demikian, lanjut Anas, warga Banyuwangi di berbagai daerah tetap bisa berkontribusi untuk pengembangan daerah kelahirannya.

“Yang berprofesi sebagai pengusaha, bisa membangun jejaring pemasaran dengan pengusaha yang ada di Banyuwangi. Bukan semata-mata bisnis, tapi tergerak oleh cinta daerah,” tuturnya.

Dia berharap kegiatan Diaspora ini bisa semakin menumbuhkan rasa cinta daerah, khususnya bagi para perantau.

Pihaknya mendesain acara ini untuk semakin menguatkan cinta kepada Banyuwangi. Di acara ini, mereka saling bersapa, memunculkan kembali kenangan masa kecilnya sehingga makin menumbuhkan cinta pada daerah.

“Kalau sudah cinta, otomatis tergerak untuk bantu mengembangkannya,” ujar Anas.

Acara yang rutin digelar setiap tahun ini, selalu ramai karena dihadiri ribuan warga rantau Banyuwangi yang tinggal di berbagai belahan Indonesia dan dunia. Mereka tak pernah absen untuk hadir, mulai dari tokoh nasional hingga mahasiswa.

Dalam acara itu disediakan beragam kuliner lokal secara gratis, mulai pecel pitik, rujak soto, nasi cawuk, lontong sayur, hingga sayur kelor sambal sereh. Sejumlah atraksi seni-budaya juga akan ditampilkan.

”Semoga ini bisa mengobati kerinduan para perantau yang kembali mudik di Banyuwangi. Untuk itu, jangan ragu semua warga perantau silakan hadir di Diaspora,” harapnya. (goek)