Alumni Bulak Sumur Dukung Jokowi Presiden

Jokowi beli tomat di Pasar SukomoroJAKARTA – Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) merapat ke calon presiden Ir Joko Widodo. Lulusan perguruan tinggi negeri yang berhimpun dalam gerakan bernama Bulak Sumur untuk Kemenangan Jokowi ini, Rabu (8/5/2014) kemarin menyatakan dukungan resmi kepada Joko Widodo sebagai Presiden RI 2014-2019.

Ketua Komunitas Alumni UGM, Haryadi Himawan mengatakan, dukungan diberikan lantaran Jokowi dianggap berhasil memajukan ekonomi kerakyatan dan belum pernah tersangkut kasus hukum.

Kata dia, dukungan ini diberikan oleh ratusan alumni UGM di seluruh Indonesia. Alumni UGM, kata Haryadi Himawan, siap mendukung Jokowi dan mengawal program-programnya.

“Saat ini telah muncul pemimpin yang kita harapkan, saudara Jokowi, alumnus Universitas Gadjah Mada yang kita banggakan. Hari ini kita berkumpul di sini memohon doa ridho Allah SWT dan akan memberikan dukungan kepada saudara Jokowi sebagai presiden periode 2014-2019,” ucap Haryadi.

Dia menambahkan, gerakan yang bernama Bulak Sumur untuk Kemenangan Jokowi ini berisi alumni UGM lintas fakultas. Selain deklarasi, komunitas alumni pendukung Jokowi juga akan menggalang dana untuk kampanye Pemilu Presiden Juli mendatang.

Sementara, politisi senior PDI Perjuangan Sidarto Danusubroto dalam sambutannya mengatakan, bahwa Jokowi adalah capres yang jatuh dari “langit”, sehingga diharapkan Jokowi bisa menjadi pemimpin yang bisa diteladani.

“Saat ini kita haus terhadap pemimpin yang bisa diteladani, Jokowi ini capres yang jatuh dari langit, kami yakin mampu menjalankan amanahnya,” katanya.

Sedang mantan Sekjen PDI Perjuangan Ir Pramono Anung yang juga hadir di acara itu mengatakan,  banyak masyarakat yang berpikir sehat akan memilih Jokowi sebagai presiden mendatang.

Tidak hanya itu Pramono juga menyebutkan untuk bersama-sama menjaga Jokowi dari “serangan” lawan-lawannya. “Serangan ini sudah luar biasa, Jokowi dipersepsikan macam-macam, tapi dia buktikan dengan kejujuran kerja. Dan babak akhir, rakyat akan memilih pemimpin yang bekerja,” ujar Pramono Anung.

Bakal Cawapres

Soal bakal cawapres, Pramono Anung mengatakan, ada dua nama yang saat ini tengah dimatangkan sebagai bakal cawapres pendamping Jokowi. Dua nama itu dinilai memiliki pengalaman dalam pemerintahan.

Tidak hanya itu, dua kandidat tersebut juga dinilai mampu merangkul lapisan masyarakat dari berbagai elemen dan daerah. “Sebenarnya mengenai Calon Wakil Presiden praktis mengerucut pada dua nama. Dua nama ini sudah menjadi kesepakatan di internal yang akan menyampaikan secara langsung hanya Bu Mega dan Jokowi. Mengenai siapanya, orang itu sudah memiliki pengalaman dalam pemerintahan, yang menjadi pelengkap kekuatan Pak Jokowi,” jelasnya.

Selama ini, beberapa nama beredar sebagai kandidat cawapres untuk Jokowi, yakni mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, mantan Ketua MK Machfud MD dan mantan KSAD Ryamizard Ryacudu. Ketiganya disebut pantas mendampingi Jokowi untuk menjalankan pemerintahan lima tahun ke depan. (pri/*)