Agar Petani Sejahtera, NTP Jatim Harusnya 145 Persen

pdip jatim - paripurna dprd jatim 101114SURABAYA – Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 104,5 persen pada Juli 2014 menjadi sorotan Fraksi PDI Perjungan DPRD Provinsi Jawa Timur. Sebab, seharusnya angkanya tidak serendah itu.

“Nilai Tukar Petani saat ini yang mencapai 104,5 persen sesungguhnya sudah ketinggalan, karena menggunakan patokan tahun 2007. Seharusnya NTP minimal sebesar 145 persen,” kata Suharti, jubir Fraksi PDI Perjuangan pada sidang pleno Pendapat Akhir Raperda tentang APBD Provinsi Jatim tahun anggaran 2015, Senin (10/11/2014).

Dengan rendahnya NTP Jawa Timur, sebut Suharti, maka pertanian menjadi bidang usaha yang kurang menguntungkan dan tidak menarik minat kalangan usaha pertanian. “Karena NTP di bawah 145 persen, kondisi pertanian di tingkat rakyat menjadi infeasible business (bisnis yang kurang menguntungkan),” ujarnya.

Akibatnya, tambah Suharti, maka produksi pertanian jadi menurun dan menyusutnya lahan pertanian. Akhirnya, ketersediaan bahan pangan akan bergantung pada impor.

“Indeks NTP tidak boleh dianggap sepele karena sektor pertanian adalah sektor andalan Jawa Timur. Padahal provinsi ini menjadi daerah penyangga pangan nasional,” jelas dia.

Oleh karena itu, lanjut Suharti, Fraksi PDI Perjuangan minta Pemerintah Provinsi Jawa Timur meningkatkan NTP melalui berbagai usaha penyelamatan dan peningkatan produktivitas pertanian. Seperti soal akses permodalan pertanian, melindungi produk hasil pertanian, peningkatan rendemen tebu, tolak impor hasil pertanian, ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian, peningkatan usaha ternak dan penguatan kantor perwakilan dagang.

PDI Perjuangan, imbuh Suharti, akan terus mengawal dan mengritisi Pemprov Jatim dalam upaya pembangunan bidang usaha pertanian. Dengan meningkatnya usaha pertanian, dalam hal ini naiknya NTP, maka diharap dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan rakyat Jawa Timur. (guh)