8 Kepala Daerah Studi Kesehatan di Nganjuk

pdip jatim - bupati taufik - KemendagriSURABAYA – Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia mengajak delapan pimpinan daerah untuk meninjau secara langsung inovasi Pemerintah Kabupaten Nganjuk, khususnya dalam bidang kesehatan. Bupati Nganjuk Drs H Taufiqurrahman menerima mereka di Ruang Peringgitan Pemerintah Kabupaten Nganjuk , kemarin.

Bupati Nganjuk memaparkan program-program unggulan Kabupaten Nganjuk di bidang kesehatan. Di antaranya Gerakan Pengentasan Gizi Buruk (Gentasibu) dan Gerakan Pendampingan Ibu Hamil dan Bayi Berisiko Tinggi (Gerdaristi).

“Awal saya jadi Bupati Nganjuk, pada April 2008 lalu, permasalahan gizi buruk dan, angka kematian ibu dan angka kematian bayi saat kelahiran sangat tinggi,” kata Taufiqurrahman yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk.

Melihat permasalahan itu, Bupati dan Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk Dra Hj Ita Taufiqurrahman merumuskan program untuk mengentaskan masyarakat dari permasalahan tersebut. Di antaranya dengan pencanangan Gentasibu dan Gerdaristi.

Setelah menyimak pemaparan Bupati Nganjuk disertai dengan tampilan audio visual Gentasibu dan Gerdaristi, mereka meninjau ruang laktasi di area Pemerintah Kabupaten Nganjuk. “Ini luar biasa, kami akan mencoba menerapkan di daerah kami” kata Paolus Hadi, Bupati Sanggau Kalimantan Barat.

Sementara itu, atas kepeduliannya terhadap dunia pendidikan, Taufiqurrahman menerima penghargaan Education Award Tahun 2015 berupa Widya Karya Nugraha dari Gubernur Jawa Timur di Gramedia Expo Surabaya. Penghargaan ini diberikan kepada tokoh pendidikan, corporate, dan pemerintah kabupaten dan kota yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan.

Penghargaan Widya Karya Nugraha diberikan untuk mengetahui komitmen pemerintah terhadap pendidikan, dan untuk mengetahui inovasi program unggulan pelayanan pendidikan serta meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan Jawa Timur yang berdaya saing global. Adapun Pelaksanaaan penilaian mulai dilaksanakan pada awal Agustus 2015 hingga September 2015. (endyk)