70 % Penikmat Subsidi BBM Kalangan Menengah-Atas

pdip jatim - Jokowi saat bersama petani cilacapJAKARTA — Presiden terpilih Joko Widodo menyambut baik usulan petani yang minta subsidi bahan bakar minyak dialihkan ke rakyat kecil. Menurut Jokowi, subsidi BBM memang sangat memberatkan APBN, sementara banyak program prorakyat tidak dapat dilaksanakan karena alokasi anggaran terserap untuk subsidi.

“Subsidi BBM itu untuk apa sih? Hanya untuk kenikmatan. Ya iya, naik mobil, isi bensin ya nikmat,” kata Jokowi di sela menghadiri acara Musyawarah Nasional Sekretariat Nasional (Seknas) Tani Jokowi-JK di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (4/9/2014).

“Harusnya subsidi BBM dikurangi, kemudian dialihkan ke usaha produktif rakyat di desa, membangun infrastruktur irigasi. Arahnya harus ke sana,” ujarnya.

Terlebih lagi, tambah Jokowi, 70 persen penikmat subsidi BBM di Indonesia adalah kelas menengah ke atas, terutama pemilik kendaraan bermotor. Sementara itu, masyarakat kelas bawah tidak menikmatinya.

Dalam acara Munas Seknas Tani tersebut, Jokowi banyak menyerap aspirasi dari kalangan perwakilan petani yang hadir. Sementara, usulan agar subsidi BBM di Indonesia dikurangi untuk kemudian dialihkan ke rakyat kecil, disampaikan Senentoro petani asal Banjarmasin.

Warga transmigran itu berharap ke depan yang ditanam petani di daerahnya hanya yang khusus saja. Untuk pengolahan tanah, harus menaikkan air dari pasang surut ke sawah. “Beli solar untuk pompa air itu mahal, bisa Rp 9.000,” ungkap Senentoro.

“Makanya, kalau bisa subsidi BBM dialihkan ke subsidi pertanian. Misalnya, hasil petani dibeli pemerintah mahal, lalu dijualnya murah. Itu maunya begitu,” tambah dia.

Pasa kesempatan itu, Jokowi mengungkapkan keyakinannya dapat mewujudkan swasembada pangan di Indonesia. Dia optimistis swasemda pangan itu sudah terealisasi dalam tiga-empat tahun pemerintahan Jokowi-JK.

“Saya yakin tiga empat tahun saja sudah bisa swasembada beras, gula, dan lain-lain,” ujarnya.

Untuk mewujudkannya, kata Jokowi, di antaranya dengan mencetak sawah baru dan mengoptimalkan produksi pertanian yang ada. Juga membangun bendungan, dan menyubsidi harga pupuk. “Kalau itu yang dikejar, pasti cepat itu,” tandas Jokowi. (pri/*)