5 Gaya Keren Jokowi di Forum APEC yang Menuai Pujian

pdip jatim - jokowi foto bareng APECKTT Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2014 di Beijing merupakan lawatan perdana Presiden Jokowi di luar negeri. Jokowi menyampaikan visi ekonomi Indonesia untuk 5 tahun ke depan. Ia juga menjadi pembicara dengan topik konektivitas dan infrastruktur. Gaya Jokowi berbicara dan bertemu dengan para pemimpin dunia menjadi sorotan, baik dari media dari dalam maupun luar negeri.

Berikut beberapa gaya Jokowi di Forum APEC yang menjadi perbincangan publik, mulai dari penggunaan bahasa hingga diplomasi makan siang yang ditawarkan Jokowi.

1. Presentasi Pakai Slide dan Bahasa Inggris

Presiden Joko Widodo tampil berbeda dengan pemimpin negara lainnya saat bicara di depan para CEO yang hadir di KTT APEC Beijing 2014. Dia memakai slide presentasi dan terus mengundang para investor untuk datang ke Indonesia.

Ini adalah kali pertama Joko Widodo tampil di forum internasional secara terbuka. Sebelumya, Jokowi sudah memaparkan program ekonominya di hadapan para pengusaha di Istana hingga di acara forum CEO Kompas di Jakarta beberapa waktu lalu.

Di forum CEO Summit ini, Senin (10/11/2014), Jokowi yang tampil berjas dan dasi merah awalnya diperkenalkan oleh bos Sinar Mas Franky Wijaya. Kemudian, dia maju ke podium, bicara tanpa teks dalam bahasa Inggris, dan memutar slide presentasi. Di forum ini, Jokowi memang sudah menyatakan ingin bicara dalam bahasa Inggris karena bukan acara kenegaraan, namun forum bisnis. Baru pada saat bertemu dengan pemimpin negara, dia akan berbahasa Indonesia, seperti dengan Presiden AS Barack Obama hari ini.

Slide pertama yang ditampilkan Jokowi adalah peta Indonesia. Jokowi menjelaskan, Indonesia memiliki 240 juta penduduk dan luas wilayahnya hampir sama dengan jarak dari London di Inggris sampai Istanbul, Turki.

“Dan bayangkan, kami punya 17 ribu pulau. 17 Ribu pulau!” ucap Jokowi antusias.

Setelah itu, Jokowi menampilkan slide tentang persoalan subsidi BBM. Ayah tiga anak itu menegaskan, saat ini ada US$ 27 juta yang terbuang untuk subsidi BBM. Duit itu habis untuk konsumsi. Karena itu, dia ingin mengalihkannya kepada hal lain, seperti waduk, pelabuhan hingga irigasi.

Subsidi juga ingin dialihkan ke nelayan, usaha mikro di desa dan program pendidikan hingga kesehatan. Saat menyampaikan itu, slide terus berganti sesuai tema yang diucapkan Jokowi.

Gaya Jokowi bicara di depan para CEO ini memang cukup berbeda. Sedikitnya ada beberapa kepala negara lain yang tampil setelah Jokowi di acara tersebut. Namun mereka tak menggunakan slide presentasi. Bahkan Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan sambutannya lewat pidato saja.‎

2. Pamer Negosiasi ‘Makan Siang’

Presiden Joko Widodo terkenal dengan cara negosiasinya yang unik ketika menghadapi masalah dengan warga. Dia kerap mengajak mereka makan siang, lalu problem pun sirna. Para CEO APEC terkagum-kagum dibuatnya.

Dalam presentasinya selama 10 menit di gedung CNCC, Beijing, Tiongkok, Senin (10/11/2014), Jokowi menyampaikan soal peluang investasi di Indonesia. Presiden ketujuh itu menawarkan rencana proyek pelabuhan, listrik, rel kereta, hingga program tol laut.

Tak lupa, Jokowi juga menyinggung soal masalah-masalah di Indonesia. Salah satunya, terkait pembebasan lahan.

“Para investor datang ke saya selalu komplain soal pembebasan lahan. Saya akan mendorong para menteri, gubernur, dan wali kota untuk membantu menyelesaikan masalah ini,” kata Jokowi.

Jokowi pun bercerita soal pengalamannya negosiasi dengan warga, terutama saat menjadi gubernur DKI. Dia berkisah tentang proyek Jakarta Outer Ring Road yang dimulai 15 tahun lalu, namun terhenti karena ada masalah pembebasan lahan dengan warga.

“Ada 143 keluarga yang tidak menerima harga kompensasinya,” kata Jokowi dalam bahasa Inggris di depan para CEO. Jokwi akan berpidato bahasa Indonesia saat bertemu pimpinan negara besok.

Akhirnya, Jokowi mengajak warga itu makan siang empat kali. Dan hasilnya masalah pun selesai.

“Saya undang mereka makan siang dan makan malam empat kali. Ini saya…” tunjuk Jokowi antusias menunjukkan foto saat dia makan dengan warga. Tepuk tangan pun membahana.

Selain masalah pembebasan lahan, Jokowi juga bicara soal masalah perizinan usaha. Dia berjanji akan membantu para investor untuk menanam modal. Urusan perizinan dijamin tak akan lebih dari tiga hari.

3. Diplomasi Pakai Bahasa Indonesia

Presiden Joko Widodo bertemu dengan para pemimpin negara lain dalam forum KTT APEC di Beijing, Tiongkok. Presiden Jokowi menggunakan Bahasa Indonesia dalam kesempatan bertemu Presiden AS Barack Obama, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Tiongkok Xi Jinping, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, dan Presiden Vietnam Truong Tan Sang.

Jokowi menggunakan Bahasa Indonesia untuk mengajak para pemimpin dunia bekerja sama dan mau berinvestasi di Indonesia. Pertemuan dengan Perdana Menteri Shinzo Abe, Jokowi membahas soal investasi. Dengan presiden AS Barack Obama, Jokowi bicara soal isu keamanan dan radikalisme.

Pertemuan selanjutnya adalah dengan Presiden Vietnam Truong Tan Sang di arena CNNC, Beijing. Jokowi kembali bicara soal investasi dan hubungan kerjasama kedua negara.

Terakhir, pertemuan bilateral Jokowi digelar dengan presiden Rusia Vladimir Putin. Secara tegas, Jokowi menyampaikan ajakan untuk berinvestasi.

Pakar komunikasi politik Heri Budianto menjelaskan secara komunikasi politik, menggunakan bahasa sendiri tak mengganggu hubungan bilateral dengan negara lain. Penerjemah pun sudah dipersiapkan sehingga komunikasi dua arah tetap terjalin.

“Kalau dilihat dari perspektif hukum, Presiden Jokowi itu mematuhi undang-undang karena telah diatur dalam UU nomor 24 tahun 2009,” imbuh Heri saat dihubungi detikcom, Selasa (11/11/2014).

Pasal 28 UU No 24/2009 menyatakan bahwa Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam pidato resmi Presiden, Wakil Presiden, dan pejabat negara yang lain yang disampaikan di dalam atau di luar negeri. Dengan demikian Presiden Jokowi telah menjalankan konstitusi.

Sementara ketika berpidato di hadapan para CEO, Presiden Jokowi menggunakan Bahasa Inggris karena forum itu bukan hubungan antar pemerintahan. Penyampaian pidato oleh mantan Gubernur Ibukota Indonesia itu pun blak-blakan dan tanpa basa basi.

“Identitas bangsa merupakan ciri setiap negara. Nah, Bahasa Indonesia menjadi salah satu dari ciri bangsa Indonsia. Itu tak akan mengganggu,” pungkas Heri.

4. Jokowi Diserbu Para CEO di Beijing dan Diajak Selfie

Presiden Joko Widodo berbicara di hadapan ratusan CEO APEC. Selama lebih dari 10 menit, Jokowi ‘menjual’ Indonesia kepada para investor. Usai acara, ‘Pak presiden’ diserbu para CEO yang ingin salaman dan selfie.

Pemandangan ini terlihat di arena CEO Summit APEC, gedung CNCC, Beijing, Tiongkok, Senin (10/11/2014). Jokowi tampil dengan setelan jas didampingi para menteri dan staf.

Total ada lebih dari 300 CEO yang hadir. Mereka datang dari berbagai negara Asia pasifik.

Selesai presentasi, Jokowi langsung dikerubuti puluhan CEO. Ada yang mengajak salaman, berkenalan, hingga selfie. Jepret!

Setelah acara di forum tersebut, Jokowi kemudian akan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah kelola negara.

5. Jokowi Diapit Presiden AS Obama dan Presiden China Xi Jinping

Dalam sesi foto para pemimpin ekonomi KTT APEC 2014, Presiden Joko Widodo berada di jajaran kepala negara yang berpengaruh di dunia. Jokowi ada di barisan depan, diapit Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden China Xi Jinping.

Digelar di Watercube, Beijing, Senin (10/11/2014) malam, sesi foto berlangsung sangat meriah. Kedatangan para pemimpin dunia disambut oleh tarian dan lampu warna-warni di sepanjang jalan menuju arena Watercube.

Jokowi datang bersama Iriana yang tampil senada memakai baju khas Tiongkok berwarna merah marun. Keduanya sempat berbaur dengan pemimpin negara lain dan berbincang hangat.

Setelah itu, sesi foto pun dimulai. Jokowi berada di deretan depan bersama Presiden Rusia Vladimir Putin, kemudian disambung oleh Xi Jinping dan istri di sebelahnya, kemudian Jokowi dan Iriana, baru Obama. Pakaian mereka berempat senada. Sementara para pemimpin lain ada yang berwarna hijau motifnya.

Jokowi lantas mengungkap makna di balik posisi dalam sesi foto tersebut. Menurutnya, ada sinyal tarik menarik Indonesia di antara dua kubu, yakni kiri dan kanan.

“Ya kelihatan, kamu harus lihat tadi misalnya makan malam seperti ini kenapa kanan saya Presiden Xi Jinping, kemudian di sana ada Pak Obama, di kirinya ada pak Putin. Saya ada di mana? Itu simbol, itu harus dibaca. Kita jadi rebutan gitu loh,” jawab Jokowi.

“Di tengah gitu, bebas aktif. Kamu jangan keluar dari rel konstitusi,” sambungnya. detik.com