350 Pelajar SMA/SMK se-Indonesia Bakal Ikuti Kemah Pancasila

JAKARTA – Sebanyak 350 perwakilan pelajar Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan SMA/SMK se-Indonesia bakal mengikuti kegiatan Kemah Pancasila Pelajar Indonesia (KPPI) di Watu Tapak Camp Hill, Tebing Breksi, Prambanan, Sleman, Yogyakarta, 13-15 Desember 2019.

KPPI ini digelar Badan Pembinaan Idiologi Pancasila (BPIP) bekersa sama dengan Yayasan Rejomulia Yogyakarta, didukung Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Humas KPPI Widihasto Wasana Putra mengatakan, KPPI dilaksanakan dengan tiga tujuan. Pertama menanamkan nilai-nilai Pancasila di kalangan pelajar SMA/SMK Indonesia.

Segmen pelajar SMA/SMK dipilih karena merupakan calon-calon generasi pemimpin bangsa yang perlu diperkuat perspektif idiologisnya. “Harapannya kedepan mereka memiliki sikap politik yang inklusif,” jelas Widihasto.

Kedua sebagai upaya awal merintis pembangunan jejaring di kalangan pelajar Indonesia sehingga tercipta relasi sosial berkelanjutan gerakan implementasi nilai-nilai Pancasila.

Ketiga, lanjut Widihasto, menyiapkan generasi baru kader penggerak Pancasila untuk menopang keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan melanjutkan tugas-tugas serta tanggungjawab kebangsaan lainnya.

“Konten acara KPPI dikonsep secara Edu-Fun dengan memadukan berbagai metode permainan,  keterampilan, diskusi kelompok serta apresiasi seni yang mengasah afeksi dan kognisi peserta,” ujarnya.

Muatan materi, lanjut Widi, meliputi Pancasila, kebangsaan, kepemimpinan, kemanusiaan, sosial masyarakat, lingkungan alam, psikologi, kebudayaan, sosial media, sosial entrepreneurship dan keorganisasian.

“Pelaksanaan KPPI dipandu sejumlah mentor berpengalaman dalam berbagai gerakan kebangsaan dan pengkaderan,” kata dia.

Syarat umum bagi peserta KPPI adalah masih berstatus pelajar SMA/SMK Indonesia, sehat jasmani rohani, mengantongi izin/rekomendasi dari sekolah serta bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan ketentuan yang ditetapkan panitia.

Peserta diminta membawa kelengkapan pribadi seperti sarana ibadah, peralatan mandi, jaket, jas hujan, senter dan lainnya. Selama pelaksanaan KPPI panitia akan membatasi waktu penggunaan telepon seluler peserta dan melarang peserta merokok.

Pendaftaran dan informasi peserta di www.rejomulia.com/kemahpancasila telpun 081222686879. Pendaftaran ditutup tanggal 5 Desember 2019. Panitia melakukan seleksi internal.

“Pendaftaran tidak dipungut beaya. Peserta akan mendapatkan fasilitas tenda, konsumsi, asuransi, kaos, topi, ID card, sertifikat, buku panduan, goodiebag serta materi selama acara berlangsung,” kata Widihasto.

Menurutnya, hingga kini sudah tercatat 150-an orang pendaftar perwakilan pelajar SMA/SMK dari sejumlah provinsi antara lain Pekanbaru, Lampung, DKI Jakarta, Banten, Jabar, DIY, Jateng, Sulawesi Selatan, Gorontalo dan Papua.

Mereka berasal dari berbagai organisasi pelajar seperti OSIS, Pramuka, Palang Merah Remaja, pecinta alam dan wakil organisasi intra sekolah lainnya.

Sedangkan narasumber yang akan hadir mengisi KPPI antara lain Menkopolhukam Mahfud MD, anggota dewan pengarah BPIP H Ahmad Syafii Maarif, Ketua BPIP Hariyono, Sekretaris Utama BPIP Karjono Atmoharsono, rohaniawan Romo Benny Susetyo Pr, Dewan Pembina Yayasan Rejomulia KH. Masrur Ahmad,  budayawan Achmad Charris Zubair, sejarawan Baskara T. Wardaya SJ dan sejumlah tokoh lainnya.

“Panitia tengah mengupayakan kehadiran Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri dapat membuka pelaksanaan KPPI yang baru pertama kalinya diadakan ini,” tutupnya. (goek)