oleh

17 Kada se-Jatim Dilantik, Legislator Diana Sasa Titipkan Satu Pesan, Ini…

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Diana Amaliyah Verawatiningsih menitipkan satu pesan kepada para kepala daerah (kada) yang dilantik Gubernur Jawa Timur, Jumat (26/2/2021). Yakni terkait pemberdayaan bagi pelaku usaha kecil skala rumahan.

“Tentu banyak harapan berbagai elemen masyarakat yang digantungkan kepada para kepala daerah, khususnya yang baru dilantik kemarin. Saya hanya titip satu pesan, tolong masalah permodalan bagi usaha kecil skala rumahan, lebih diperhatikan,” kata Diana, Sabtu (27/2/2021).

Sasa, sapaan akrab anggota dewan dari dapil IX Jatim ini menyebut, sebenarnya permodalan untuk usaha kecil skala rumahan itu tidak terlampau besar. 

Hal itu dia ketahui setelah beberapa kali memberikan bantuan rombong (gerobak untuk berdagang) dan modal usaha untuk masyarakat di Magetan. 

Awalnya, ungkap Sasa, ada simpatisan partai yang duafa, tidak punya penghasilan tetap. Dia kemudian ada keinginan membantu dengan memberikan ‘kail’. 

“Maka dengan modal yang tidak terlampau besar, saya buatkan rombong dan saya beri sedikit modal awal. Kalau ditotal habisnya tak sampai Rp 5 juta. Ada yang hanya 2,5 juta,” bebernya. 

Menurutnya, jumlah untuk membuat rombong dan modal usaha itu tidak terlalu besar.

“Tapi, manfaatnya sangat besar bagi masyarakat kecil, lebih-lebih di masa pandemi. Karena dengan itu, mereka bisa mencari nafkah bagi keluarganya,” tambah dia.

Pemerintah, lanjut Sasa, sebenarnya sudah memfasilitasi permodalan bagi masyarakat kecil melalui KUR. Tapi, sebutnya, KUR tetap tidak bisa tanpa jaminan meski aturannya pinjaman di bawah Rp 10 juta itu harusnya tanpa jaminan. 

“Di sini masyarakat kesulitan memenuhi syarat jaminan. Apa yang mau dijaminkan, mereka tak punya harta berlebih. Makan saja susah,” tandas Sasa. 

Dia berharap, apa yang telah dilakukannya dalam membantu permodalan bagi wong cilik, juga bisa jadi contoh, bahwa sebenarnya memulai ini tidak sulit. “Selama kita mau memfasilitasi dan membina,” katanya.

Artinya, tambah Sasa, siapa saja bisa melakukannya. “Yang berlebih uangnya, dan ingin sedekah, nah caranya sedekah bisa lebih produktif dengan begini, memberikan modal usaha kecil,” tuturnya. (goek)